Sebenernya banyak banget kebiasaanku yang sudah melekat di syaraf reflekku ini. Tetapi ada nih satu kebiasaan yang frekwensinya hampir melebihi dosis...
Yaitu menggambar.....
Kebiasaan ini sudah aku dapati dari aku kecil. Tidak tau kapan tepatnya. Sedari kecil aku sudah sangat familiar dengan seni. Mungkin karena mayoritas keluargaku adalah seniman. Sampai sekarang, hampir disemua buku, kertas dan lain sebagainya di meja kerjaku pasti tak luput dari kebiasaanku ini. Aku tidak bisa mengkontrol tanganku mana kala aku melihat kertas putih atau sesuatu yang bisa aku corat - coret. Sampai - sampai page di kosong di paint brush pun tak luput juga dari kebiasaanku ini. Kertas putih nan bersih adalah sesuatu yang menggemaskan bagiku. Kalo melihat itu, tangan kananku dah mulai gatel dan ada saja ide yang bisa aku tuangkan. Mulai dari cela orang, gambar - gambar ga jelas dan lain sebagainya...
Aku punya pengalaman menarik tentang kebiasaanku ini. Cekidooottt...
Saat itu aku masih kerja di Sebuah perusahaan swasta dibidang konsultan. Karena saat itu aku sedang jenuh dengan analisis - analisis prosedur yang rutin aku kerjakan, aku iseng - iseng membuka page paint brush. Program ini adalah program jadul dan standart yang ada di setiap komputer yang berbasiskan microsoft. Aku sudah mengusai program ini sejak kelas 5 SD. Maka dari itu aku rindu sekali bernostalgia Dengan Program ini.
Mulai dengan coretan - coretan sederhana dan alhasil jadilah sebuang gambar sederhana yaitu wajah atasanku yang sedang tertidur. Belum puas dengan hasil itu, aku semakin kesetanan menikmati indahnya berkarya yang tidak pada tempatnya. Tak sadar sudah beberapa jam aku menekuni aktifitas gelap ini.. Tiba - tiba aku terkaget - kaget setelah pundakku di tepuk oleh seseorang yang suaranya sangat berwibawa.
"Bagus - bagus.... Kamu berbakat..."
Ternyata dia adalah Direktur perusahaan dimana aku bekerja saat itu. Kaget, salting dan tanganku pun gugup mencari list mini mize..
"Maap pak maap... saya sedang refresing pak.."
Hanya itu yang bisa aku katakan kepadanya. Ternyata diluar dugaan si bos malah memberiku order untuk menggambar wajahnya. Dia memberikan sebuah foto 3 X 4 miliknya. Akupun tidak bisa berkata - kata dan hanya bisa menyanggupi tawarannya. Setelah jadi, buru - buru aku memberikan gambar tersebut. Bosku pun tersenyum dan sangat senang. Tak lama kemudian orderan berdatangan dari petinggi - petinggi kantorku. Ada yang buat gambar anaknya, istrinya dan termasuk gambar wajahnya sendiri. Hari itu pun aku selesaikan dengan segera.
Menjelang sorepun tiba... Aku hendak bergegas pulang dari kantor. Tiba - tiba direkturku memanggilku kembali. Aku sangat takut karena hari ini aku hanya menggambar dan menggambar. Keringat dingin dan pucat itu sudah pasti. Setelah duduk, ternyata bosku menawarkan aku untuk menggambarkan seseorang berkewarga negaraan Canada. Tak lain dia adalah orang nomor satu Brands perusahaan kami di seluruh dunia. Cerita punya cerita setelah melihat gambar wajah kartun dari direkturku itu, si Bule sangat tertarik dan memintaku untuk menggambarnya. Alhasil akupun tidak jadi pulang dan mulai lagi menggambar. Gambar itu kuselesaikan sore itu juga.
Keesokan harinya si mister pun datang ke kantor dan menghampiriku. Dia menyalamiku sambil mengucapkan " good pict son..." aku hanya menjawab "Thanks sir.."
Nah yang membuatku berkesan adalah, ternyata gambarku itu di Canada di bingkai dan di pajang. Aku mendengarnya dari direkturku..Huuufzzzz ternyata kebiasaanku ini selain mempunyai sisi buruk akhirnya bisa dihargai juga oleh orang lain.
Yaitu menggambar.....
Kebiasaan ini sudah aku dapati dari aku kecil. Tidak tau kapan tepatnya. Sedari kecil aku sudah sangat familiar dengan seni. Mungkin karena mayoritas keluargaku adalah seniman. Sampai sekarang, hampir disemua buku, kertas dan lain sebagainya di meja kerjaku pasti tak luput dari kebiasaanku ini. Aku tidak bisa mengkontrol tanganku mana kala aku melihat kertas putih atau sesuatu yang bisa aku corat - coret. Sampai - sampai page di kosong di paint brush pun tak luput juga dari kebiasaanku ini. Kertas putih nan bersih adalah sesuatu yang menggemaskan bagiku. Kalo melihat itu, tangan kananku dah mulai gatel dan ada saja ide yang bisa aku tuangkan. Mulai dari cela orang, gambar - gambar ga jelas dan lain sebagainya...
Aku punya pengalaman menarik tentang kebiasaanku ini. Cekidooottt...
Saat itu aku masih kerja di Sebuah perusahaan swasta dibidang konsultan. Karena saat itu aku sedang jenuh dengan analisis - analisis prosedur yang rutin aku kerjakan, aku iseng - iseng membuka page paint brush. Program ini adalah program jadul dan standart yang ada di setiap komputer yang berbasiskan microsoft. Aku sudah mengusai program ini sejak kelas 5 SD. Maka dari itu aku rindu sekali bernostalgia Dengan Program ini.
Mulai dengan coretan - coretan sederhana dan alhasil jadilah sebuang gambar sederhana yaitu wajah atasanku yang sedang tertidur. Belum puas dengan hasil itu, aku semakin kesetanan menikmati indahnya berkarya yang tidak pada tempatnya. Tak sadar sudah beberapa jam aku menekuni aktifitas gelap ini.. Tiba - tiba aku terkaget - kaget setelah pundakku di tepuk oleh seseorang yang suaranya sangat berwibawa.
"Bagus - bagus.... Kamu berbakat..."
Ternyata dia adalah Direktur perusahaan dimana aku bekerja saat itu. Kaget, salting dan tanganku pun gugup mencari list mini mize..
"Maap pak maap... saya sedang refresing pak.."
Hanya itu yang bisa aku katakan kepadanya. Ternyata diluar dugaan si bos malah memberiku order untuk menggambar wajahnya. Dia memberikan sebuah foto 3 X 4 miliknya. Akupun tidak bisa berkata - kata dan hanya bisa menyanggupi tawarannya. Setelah jadi, buru - buru aku memberikan gambar tersebut. Bosku pun tersenyum dan sangat senang. Tak lama kemudian orderan berdatangan dari petinggi - petinggi kantorku. Ada yang buat gambar anaknya, istrinya dan termasuk gambar wajahnya sendiri. Hari itu pun aku selesaikan dengan segera.
Menjelang sorepun tiba... Aku hendak bergegas pulang dari kantor. Tiba - tiba direkturku memanggilku kembali. Aku sangat takut karena hari ini aku hanya menggambar dan menggambar. Keringat dingin dan pucat itu sudah pasti. Setelah duduk, ternyata bosku menawarkan aku untuk menggambarkan seseorang berkewarga negaraan Canada. Tak lain dia adalah orang nomor satu Brands perusahaan kami di seluruh dunia. Cerita punya cerita setelah melihat gambar wajah kartun dari direkturku itu, si Bule sangat tertarik dan memintaku untuk menggambarnya. Alhasil akupun tidak jadi pulang dan mulai lagi menggambar. Gambar itu kuselesaikan sore itu juga.
Keesokan harinya si mister pun datang ke kantor dan menghampiriku. Dia menyalamiku sambil mengucapkan " good pict son..." aku hanya menjawab "Thanks sir.."
Nah yang membuatku berkesan adalah, ternyata gambarku itu di Canada di bingkai dan di pajang. Aku mendengarnya dari direkturku..Huuufzzzz ternyata kebiasaanku ini selain mempunyai sisi buruk akhirnya bisa dihargai juga oleh orang lain.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar