Bangunan yang nyentrik dengan cat orange dan penghuni yang gokil, kreatif, nyebelin, lebay dan juga dodol. Penghuni di dalamnya sangat beraneka ragam jenisnya. Ada manusia jenis kelabang, manusia jenis jerapah, manusia jenis onta, manusia jenis badak dan manusia jenis simpanse. Hehehe, peace bro bukan bermaksud untuk mengekspose wujud asli kalian, hehehe. Kamar kami membentuk deretan letter L dan dua tingkat. Ditengah – tengah kami ada kontrakan yang menyatu satu pagar dengan kos kami. Kos kami bisa dibilang kosan bebas merdeka tetapi sopan. Kami terdiri dari berbagai macam suku. Paling tidak kami bisa menanamkan arti Bhineka Tunggal Ika. Inilah daftar para lelaki – lelaki penghuni kos kami.
Kamar paling depan ada Indra alias Pak Perut, alias Patkai. Perawakan yang gendut, lebar dan putih serta jambang yang menghiasai wajahnya maka itu dia menyandang predikat Pak perut dan patkai.
Kamar nomor dua adalah kamar saya (Kheno Whine). Teman – teman selalu menyebut saya pak jidat. Sebenarnya jidat saya ini tidak terlalu cunong seperti profesor. Tetapi saya akui bila di kos ini sayalah pemegang jidat terlebar diantara yang lain.
Kamar nomor tiga ada Ade si misterius. Manusia paling aneh dan paling medit seantero APH – 13.
Nah kamar nomor empat ada David alias Pajong ( Pale Lonjong ). Aktif sebagai penyiar radio dan selalu mengikuti dunia hukum. Maklumlah dia kuliah dijurusan hukum. Pernah menonton kartun Bart Simpsons kan? Nah seperti itulah bentuk kepalanya maka itu dia dipanggil pajong.
Sebelahnya atau kamar nomor lima ada Aleh alias Onta. Pemuda paling rapi di kos setelah aku, hehehe.. Tetapi kami sangat mengagumi kerajinannya. Karena dia bukan hanya menjaga kerapian kamarnya sendiri, tetapi kerapian kos selalu dia jaga. Tak ayal dia paling sering menyapu dan bersih – bersih di kos. Mengapa disebut onta? Jelas jawabannya, dia itu keturunan arab.
Sebelahnya lagi ada Faisal alias Malih. Pecandu komputer kelas akut. Orangnya pendiam tetapi asik. Kreatif, dan pintar tetapi dia terkenal master spik atau bisa dibilang tuti (tukang tipu). Rambut yang sangat ikal dan ketawanya sangat cempreng itulah ciri khas yang sangat kuat. Karena badannya yang kurus tipis maka itu dia dijuluki Malih Tong – tong.
Menuju kamar atas, kamar nomor tujuh ada Andre alias King kong. Penghuni kos paling muda tetapi bermuka paling tua. Sering menyamai dirinya dengan artis rap dari Amerika. Karena kepalanya yang selalu botak dan badannya yang kekar maka dia di juluki King kong. Apalagi dia sangat hobi bergelantungan di pohon.
Sebelahnya lagi atau kamar nomor delapan ada Yoka. Penghuni kos yang sangat senang berkomentar pada apa saja yang dia lihat. Dia sangat kreatif dan jago dalam hal listrik serta jaringan. Sehingga jasanya sangat bermanfaat bagi kami dalam masalah listrik dan sambungan TV kabel. Cocoknya jadi tukang listrik atau komentator lomba klereng tingkat RT nih. Kalo sudah mendengar cerita atau petuah - petuahnya, bisa – bisa sampe pagi. Maka dari itu, kalo dia sudah pasang muka sok tau dan memulai cerita pengalaman hidupnya, kami pun satu persatu ngacir dari hadapannya. Biasa disebut Ginanjar karena badannya yang ceper dan senyumannya yang lebar mirip komedian Ginanjar.
Kamar atas paling ujung atau tepatnya diatas kamar Malih ada Steve. Nama yang paling keren diantara kami. Sesuai dengan tampangnya yang memang keren dan trendi. Face oriental, badan yang kurus tipis dan rambut yang lurus lebat. Sebenarnya menurutku lebih mirip steven chow. Master komputer yang kami miliki selain Malih ini, hari – harinya hanya di depan komputer miliknya. Selain itu dia juga penggila gadget. Berbagai macam gadget dia pasti punya. Anak – anak kos lebih senang memanggil dia dengan sebutan Pak Tulang karena badannya yang kurus tipis.
Selain itu, tak heran lagi di kos kami pun ada beberapa penghuni gelap atau biasa kami sebut NBI (Nasib Bocah Ilang). Para anggota NBI ini akan saya bahas nanti. Itung – itung buat nambah – nambah topik, hehehe...peace...
Ibu kos kami bernama Ibu Tanto (Nama samaran) beliau hanya datang sekali atau dua kali sebulan untuk menagih uang kos. Apabila Ibu kos datang, para anggota NBI ini pasti ngacir, sembunyi atau berlagak menjadi tamu yang sesekali datang. Pernah ibu kos menanyakan pada salah satu anggota NBI karena curiga. ”Sejak dua bulan lalu ibu kok liat kamu ya?. Bulan ini dah dua kali ibu datang kamu masih ada juga?. Kamu kos dimana sih sebenarnya?”. Nah kalo sudah ketauan begitu, pasti ada saja jawaban yang mereka bisa olah. Mulai dari kebetulan saja, mengerjakan tugas sampai mengaku – ngaku sebagai saudara. Hihihi... saudara tunggal adam kali. Untunglah ibu kos kami tidak terlalu mempermasalahkan. Bagi dia yang terpenting adalah bayar kos tepat waktu, itu saja. Nah bagi yang sedang membawa pacarnya untuk menginap, pasti langsung mematikan lampu kamar, menutup jendela dan mengunci kamar. Setelah itu meng SMS penghuni yang lain. ” Kalo Ibu Tanto nanya saya, bilang aja saya sedang pergi ya..plisss...Rokok sebungkus deh...”. Lho ko aku apal ya, hehehe?. Bukan aku lo pelakunya. Aku mengetahui isi SMS itu karena aku pernah dimintai tolong seperti itu.
Didepan kos kami ada kos khusus cewek yang bernama kos Mawar, dan sebelahnya lagi ada kos cewek juga tetapi tidak punya nama. Bisa dibilang kos APH – 13 ini banyak dikelilingi oleh kos cewek. Termasuk dibelakang kos kami juga merupakan kos cewek. Maka itu kami sering sekali mengadakan kegiatan di depan kos untuk tepe – tepe (Tebar Pesona). Mulai main bulu tangkis, nyanyi – nyanyi di depan kos sampai hanya nongkrong di depan kos untuk melihat para penghuni kos cewek itu jemur pakaian atau menjemur kasur. Tak jarang kami pun menawarkan jasa untuk mengangkat kasur atau lemari yang akan mereka bersihkan. Pernah juga kami menawarkan jasa secara cuma – cuma untuk mencuci motor mereka demi tebar pesona atau hanya sekedar menunjukan jiwa sosial yang berbau pamrih.
Aku bergabung dengan APH – 13 saat semester – semester akhir kuliah. Sebelumnya aku mengontrak dengan empat pria COOLangajal yang beberapa kejadian – kejadian gokilnya akan aku ceritakan juga nanti. Sebelumnya lagi, tepatnya dari awal kuliah, aku sempat ngekos juga di sebuah kos yang menyatu dengan tempat tinggal ibu kos. Aku sudah mengenal para penghuni APH – 13 sejak aku belum bergabung di kos ini. Maka itu setelah aku bergabung, kami pun sudah akrab. APH – 13 adalah tempat singgahku sebelum aku bergabung dengan mereka. Karena kontrakanku dulu jaraknya lebih jauh dari kampus, maka aku sering singgah di kosan ini setiap aku pulang kuliah ataupun menunggu jam kuliah yang selanjutnya. Selain itu, penghuni kontrakanku dulu juga akrab dengan penghuni APH – 13 ini. Maka dari itu aku memilih APH – 13 sebagai kosanku sampai aku wisuda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar