






Tak banyak yang tidak tau mengapa gw dipanggil “kheno whine”. Bagi gw nama itu sungguh nyentrik… Banyak yang menyangka bahwa “whine” itu adalah nama cewekku, kebiasaanku menenggak wine, atau yang lebih parah aku dikira fans dari tokoh kartun yang imut yaitu Winnie de pooh… Sama halnya dengan “kheno” banyak yang menyangka aku ngefans dengan tokoh Mortal Kombat yaitu “Keno”, bahkan ada yang menyangka itu memang nama asliku. Kalian akan terkejut bila kalian tau bahwa pencetus nama itu sebenarnya adalah seorang gadis balita berumur 2 tahun yang bernama Arin. Dia adalah adik dari seorang temanku yang rumahnya berdekatan denganku saat aku masih berada di Dumai – Riau. Ceritanya begini sodara – sodara,.........
Kala itu aku masih duduk di bangku Kelas 2 SMP. Kala itu aku baru pindah di pulau Sumatera karena mengikuti ayahku dinas.. Disana aku tinggal di kompleks milik perusahaan dimana ayahku bekerja. Kompleks yang lingkungannya sangat homogen. Berjumpalah aku dengan seorang tetangga yang kebetulan umurnya dua tahun dibawahku dialah ”Adit”. Aku menjadi akrab dengannya semenjak kami mengadakan barter. Barternya adalah, aku bisa main PS dirumahnya dan dia akan kuajari gitar secara gratis. Sejak itu aku sering sekali menginap dirumahnya. Kebetulan orang tua kami sangat akrab jadi orang tua adit sangat open denganku dan sudah menganggapku anak sendiri.
Selang waktu berjalan aku semakin akrab dengan keluarganya termasuk adik kecilnya yang bernama Arin. Anak yang lucu, imut, cantik, mungil, dan berkulit sangat putih. Tidak tau apakah gerangan, dia sangat erat sekali denganku. Sampai – sampai setiap ku gendong, dia tak mau lepas dari pelukanku. Saat aku mau pulang kerumah pun aku harus kucing – kucingan dengan Arin. Karena apabila dia melihat aku pulang, dia akan menangis kencang... Aku sudah menganggap dia seperti adikku sendiri. Seperti ada ikatan batin, dikala dia sakit, aku pasti selalu datang dan menggendongnya. Husss husss jangan berfikiran aku pedovil ya...sialan...dah dah dah....hahahahahaa.....
Lanjuuutttt....Nah karena Arin masih terbata2 kalo berbicara, dia selalu memanggilku Bang Eno...Lambat taun, kata – kata Eno berubah menjadi Kheno... Nama asliku adalah ”Kresno Wijoyonegoro”. Mungkin sangat susah untuk anak seumurannya mengatakan namaku yang berawalkan huruf K bertemu R. Jangankan dia, teman – temanku di dumai yang notabene kebanyakan suku batak, padang, bugis, dan melayu, banyak yang susah mengucapkan nama asliku itu.. Makannya mereka selalu memanggilku ”No” atau ”Masken”. Berawal dari Adik kecil yang bernama Arin, maka orang tuaku pun menjadi terbiasa mendengarkan dia menyebutku ”Kheno” atau ”Bang Kheno” hussshhhh bukan ”Bangke” ya!! Panggilan itu dengan cepat merebak keseluruh orang yang mengenalku, termasuk fans maupun gebetan jiahahahaha......
Sebenarnya saat aku tinggal di Cilacap, tidak ada masalah dalam penyebutan nama asliku karena teman2ku notabene mayoritas berdarah Jawa atau jawir hehehe... Konon namaku adalah Raden Krisna Wijayanegara. Nah karena Kakekku menginginkan namaku njawani karena katanya kewibawaan terpancar pada raut muka seorang bayi yang lahir pada 14 November 1983. Akhirnya namaku diubah menjadi Kresno Wijoyonegoro. Nah label Raden entah mengapa hilang aku tidak tau... Konon menurut cerita keluarga, Kakekku adalah masih keturunan keraton cirebon maka itu namaku di kasih embel2 Raden. Tapi entah mengapa hilang begitu saja. Nah nah hampir lupa... ”Whine” adalah nama pemberian teman baikku yang bernama Reni. Saat itu aku duduk dibangku kelas 2 SMU. Seperti cerita sebelumnya, Reni sangat susah menghapal nama panjangku entah apa alasannya. Alhasil Wijoyonegoro berubah menjadi Whine. Nah apabila digabungkan menjadi Kheno Whine. Kedengarannya begitu simple dan unik.
Sampai saat ini nama asliku hampir tenggelam. Keluarga besarku pun sebagian besar dan hampir semua memanggilku ”Kheno” mulai dari yang anak kecil, ABG, Om – om, tante, bude dan pakde sampai yang mbah – mbah walau hanya sebagian. Didalam hati sih sebenernya aku sangat rindu dengan nama asliku. Kalian bisa bayangkan suatu saat nanti kalian mendengar Presiden RI yaitu Bapak Kresno Wijoyonegoro. Atau Jendral Kresno Wijoyonegoro. Waaaahhhh sangat cocok sekali dengan ku... Nama asliku sangat maching kali dikolaborasikan dengan pangkat – pangkat besar.. Itu salah satu yang membuatku bangga. Apalagi 2 gelar yang sudah ku ambil, sangat membantu kewibawaan nama asliku ”Kresno Wijoyonegoro, SE,QIA". Aku sangat bangga sekali apabila melihat CV ku saat aku mau melamar kerja dulu. Hehehehe narsis dikit lah... Tapi apa mau dikata Nama Kheno Whine sudah terlanjur merebak.. Akupun juga bersyukur dengan nama panggilan yang trendi itu. Berkat nama itu aku banyak diingat orang terutama teman – temanku.
Nah itulah sekilas sejarah kenapa aku dipanggil ”Kheno Whine”... Bukan aku mengada – ngada hanya untuk kebutuhan corat – coret dinding atau mengarang lebay. Tapi semua terjadi tanpa sengaja dan untuk kebutuhan tertentu. Apalah arti sebuah nama... Toh ada juga makhluk – makhluk goib yang biadab yang masih juga manggil aku dengan julukan lain seperti Pak tile (karena dulu aku kurus), ken – ken, Bangke, dan lain – lain yang ga bisa kusebutkan satu per satu...(nanti ketauan aib nya) hahaa... Sekarang terserah agan – agan dan aganwati sekalian mau manggil aku apa asal yang bagus dan masuk akal ya hehehehe peace....siiippp.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar