Senin, 26 April 2010

Kheisya Anindya 28/10/2007




Kamu lahir pada saat pemuda - pemuda di negara kita mengucapkan sumpahnya demi negara. Saat itu aku merasa menjadi lelaki sejati. Aku sangat bangga padamu, dan sangat menyayangimu. Raut muka itu tak bisa dipungkiri bahwa telah mengalir darahku di dalam ragamu. Aku tak bisa melupakan senyuman itu. Dikala aku pulang, dikala kamu melihatku dan meminta sesuatu, dikala isi hatimu mengucap bangga terhadapku. Senyuman itu selalu ada. 

Sampai pada saat aku harus terpisah denganmu entah untuk sampai kapan. Saya tidak pernah menyalahkan keadaan. Semua ini datang begitu saja dan tanpa saya mengerti sebelumnya. Berat rasanya saya harus jauh dari kamu. Karena bagi saya, kamu adalah satu - satunya penyemangat hidup saya untuk melakukan yang terbaik. Demi tuhan, saya tidak akan pernah menghapus senyuman itu di hati saya sampai kapanpun.

Aku juga berharap di kehidupan barumu dan di kehidupan baruku kelak, kita tidak saling melupakan. Karena kamu terlahir dengan cinta saya, bukan dengan kebencian saya. Suatu saat nanti apabila kamu sudah tau apa yang terjadi, aku berharap jangan pernah kamu membenci salah satu dari kami. Peluklah kami walau ditempat yang berbeda. Aku hanya ingin kamu tau, saat ini, Setiap tetes air mataku adalah doaku untuk kamu, untuk keselamatanmu,  untuk kesehatanmu, untuk masa depanmu. Takan pernah ku genggam erat tanganku untukku sendiri sampai  kapanpun itu.. Biarlah dia pergi dan meninggalkanku disini, tetapi aku selalu merasa dia meninggalkanmu disini, dihatiku, di jiwaku, dan di cintaku. Jagalah dia seperti dia menjagamu, sayangilah dia seperti dia menyayangimu, apapun keadaannya, surgamu ada di telapak kakinya. 

Suatu saat nanti aku ingin sekali mendengar kamu mengucap 


doa4.jpg
Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]
doa1.jpg
Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]
doa5.jpg
Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]
doa6.jpg
Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Ucapkanlah itu ditelingaku walau disaat aku akan tertidur selamanya..........

-papa-


4 komentar:

  1. wah2 mungkin ini yg bisa jadi catatan ke anak mu kalo besar no
    keep spirit ya

    _sobatmu_

    BalasHapus
  2. semoga kelak dia berkunjung di blog ini

    BalasHapus
  3. thanks brade...n all my friend..ane percaya, kelak kebenaran pasti akan menang....

    BalasHapus