Jumat, 30 April 2010

NBI (Nasib Bocah Ilang) in APH - 13



NBI (Nasib Bocah Ilang) in APH - 13

NBI adalah suatu himpunan penghuni gelap di APH – 13. Kami mengakui, kehadiran para NBI ini sangat memberikan warna pada APH – 13. Ada warna kuning kecoklatan di bantal, ada warna coklat kehitaman di wc, ada juga warna hijau menjijikan di tiang jemuran, hehehe. NBI di APH – 13 dapat dibagi menjadi dua yaitu NBI bawaan , NBI SKSD (Suka Kemari Suka Disini).

Seperti aku, NBI yang ku bawa adalah Zicko atau biasa dipanggil pangeran kodok / Pangeran. Perawakannya yang kurus kecil tetapi mempunyai brewok yang over dosis tak seimbang dengan postur tubuhnya. 

Dia selalu menyamai tampangnya dengan gelandang bertahan club bola AC Milan yaitu Ganero Gattuso. Karena gaya jongkoknya yang khas dan nyanyiannya yang bisa memanggil hujan, maka kami menjuluki dia pangeran kodok. Sebenernya dia mempunyai rumah di Jogja, tetapi karena jauh dengan kampus, maka hampir setiap hari dia menginap di kosku.

Aleh juga membawa NBI yang bernama Nyoto Budianto atau biasa dipanggil Mas Budi / Siluman Badak. Badannya yang besar, gendut, hitam dan mempunyai rahang kokoh ditambah rambutnya yang cepak seperti ABRI membuat dia menyandang gelar Siluman badak.

Mas Budi juga membawa harta karun berupa sebuah motor butut nan tua yaitu motor CB tanpa kunci, tanpa standar, tanpa lampu dan cat bodynya yang dipoles dengan cat tembok. Motornya ini sungguh keramat. Hanya Aleh dan dia yang bisa menggunakannya. Terakhir, motornya terlihat berlumut dan di parkir di pojok kosan.

Hampir saja motor bututnya nan tuanya itu kami kilo kan ke penadah besi tua. Mas Budi ini sebenarnya adalah teman dari penghuni senior yaitu om nya aleh yang bernama Hamdan. Sudah dapat di tebak seberapa tua makhluk ini.

Namun, setua – tuanya mas Budi dan om nya Aleh itu, ternyata masih kalah tua dengan Asep / Mamang anggota NBI SKSD. Tiga makhluk itu adalah makhluk paling renta di antara kami.

Nah, Yoka pun tak kalah juga. Dia membawa dua pasukan NBI yaitu Dicky / Pedo dan Rendy / Hokaido. Dicky adalah adik kandung dari Yoka. Karena gayanya yang sangat alay dan umurnya yang paling muda diantara kami,  maka dia mendapatkan predikat julukan Pedo atau pedovil. Rendy adalah saudara sepupu Yoka yang datang jauh – jauh dari Padang.

Karena tampangnya seperti orang Jepang dan matanya yang sipit, maka dia mendapatkan predikat julukan Hokaido. Pernah suatu ketika dia tertawa terbahak – bahak dan matanya yang segaris terlihat seperti terpejam, membuat kami langsung ngacir untuk bersembunyi. Setelah dia selesai tertawa dia kaget karena suasana mendadak sepi.

Apabila Ibu kos datang, para anggota NBI ini pasti ngacir, sembunyi atau berlagak menjadi tamu yang sesekali datang. Pernah ibu kos menanyakan pada salah satu anggota NBI karena curiga.

”Sejak dua bulan lalu ibu kok liat kamu ya?. Bulan ini dah dua kali ibu datang kamu masih ada juga?. Kamu kos dimana sih sebenarnya?”.

Nah kalo sudah ketauan begitu, pasti ada saja jawaban yang mereka bisa olah. Mulai dari kebetulan saja, mengerjakan tugas sampai mengaku – ngaku sebagai saudara. Hihihi... saudara satu lobang kali ?. Untunglah ibu kos kami tidak terlalu mempermasalahkan. Bagi dia yang terpenting adalah bayar kos tepat waktu, itu saja.

Mengenai NBI SKSD aku kurang begitu mengerti apa alasan mereka setiap hari tidak pernah absen berkunjung ke kosan kami. Mungkin bagi mereka APH – 13 sangat nyaman untuk disinggahi, mungkin juga pesona kami penghuni APH – 13 yang sangat susah untuk dilupakan. NBI SKSD ini terkadang juga menginap. Tetapi mereka lebih sering pulang ke kos atau rumah masing – masing. Anggota – Anggota NBI SKSD diantaranya adalah :

Faturachman / Asep / Pak Tua / Tukul / Mamang

Mamang adalah makhluk paling tua diantara kami. Bahkan lebih tua dari penghuni – penghuni senior kami. Tetapi walau tua, dia terlihat ganteng (gaya tengkorak). Banyak julukan yang kami berikan untuk dia. Julukan ini berasal dari tampang, umur, maupun kebiasaan dia yang aneh, nyeleneh dan kocak.

Julukan yang biasa kami sebut diantaranya Pak tua, Mamang, Tukul, Toha Sunarya. Tampangnya yang awet muda menutupi betapa tuanya dia. Kami lebih sering memanggil dia dengan panggilan Mamang.

Wajahnya mirip sekali dengan Tukul Arwana dan logatnya sangat kental dengan nuansa ibu kota ” lu guwa lu guwa lu guwa...”. Maklumlah dia memang berasal dari betawi. Aku sendiri terkadang sangat iba melihatnya. Karena, seumur hidupnya dia takkan bisa mengeja atau menyebutkan nama aslinya.

Itu disebabkan karena dia cedal.

 ”R = Ekh”, ”Faturachman = Fatukhaman”.

Sangat kasihan sekali kedengarannya. Lebih kasihan lagi, nama aslinya itu telah usang di makan julukan – julukannya sendiri. Hampir tak ada yang tau kalo Mamang ini mempunyai nama yang sangat berwibawa yaitu ”Faturachman”.

Nah, Mamang mempunyai talenta di bidang celaan. Tak ada yang bisa mengalahkan celaan – celaan dari dia. Selalu ada inovasi yang terucap dari bibir monyongnya terkait celaan – celaan yang dia karang untuk kami. Hati – hati dengan korek anda!! Itulah yang kami selalu waspadai kalau sedang nongkrong bersama mamang. Setelah itu pasti korek hilang.

Wawan Apandi

Seorang pemuda yang terbilang senior karena dia satu angkatan diatas kami. Tampangnya yang selalu rapi, cool dan gaya bicaranya yang halus sehalus sutra membuat dia lebih cocok menjadi marketing produk obat kuat maupun marketing produk makanan anak – anak.

Seperti halnya Mamang, wawan juga pengidap penyakit cedal. Tetapi dia lebih beruntung karena namanya tidak ada unsur huruf  ”R”. Jadi dia masih bisa menyebutkan nama aslinya dengan tepat. Sifatnya yang selalu mencari aman, menyebabkan dia lolos dari pemberian julukan.

Yang aku tau dari kesehariannya adalah, dia sangat bangga dengan pacarnya. Maka itu disetiap sela – sela obrolannya selalu dia imbuhkan nama pacarnya. Begitu setia dan penuh cinta kedengarannya. Nama kekasihnya itu adalah Vika.

”Kalo vika mah..... Om nya vika mah..... Bokapnya vika mah..... Tantenya Vika mah.... de el el” pokoknya apa – apa selalu tentang Vika. Mungkin di tempat yang berbeda, tak terhitung lagi berapa kali pacarnya itu keselek saat makan, dan kesandung saat jalan.

Paulus / Kesatria Badak dari timur / Bruang madu / Brutus

Badanya yang tinggi, gemuk dan kulitnya yang putih itulah ciri khasnya. Makhluk satu ini berasal dari kota pempek. Setiap habis mudik pastinya dia tak lupa membawakan kami pempek satu kardus. Alhasil, saat itu kami mabok pempek.

Karena kosnya yang berada di sebelah timur kos kami, maka kami menyebutnya ”ksatria badak dari timur”. Hobi paulus adalah mengutak – atik komputer. Saking hobinya, pernah dia membongkar – bongkar komputernya tapi setelah itu dia tidak bisa memasangnya kembali.

Kalo sudah kumpul dengan Malih, steve dan Adit baba, maka siap – siaplah kita jadi obat nyamuk. Karena mereka tidak akan menggubris topik pembicaraan selain mengenai komputer. Kalau sudah seperti itu biasanya aku, Aleh dan pajong pun menyingkir dan membuat kubu lain. Terlebih Asep dan mas Budi yang pada zamannya tidak ada komputer secanggih sekarang. Mereka pun perlahan – lahan mengendap – endap untuk segera menyingkir karena minder.

Salah satu orang yang dapat tahan hanyalah Yoka. Karena pada dasarnya dia sangat betah dengan keadaan seperti itu dan urat sok taunya dapat bekerja dengan baik walau kebanyakan dia hanya sekedar ndomblong (menganga).

Selain komputer, Paulus adalah peternak ikan lohan. Dikamarnya, ada beberapa akuarium ikan lohan. Menurutnya, ikan lohan dapat membawa fengsui. Tetapi nyatanya akibat kedua hobinya itu, paulus sering terkena krismon. Maka itu aku pun susah mencerna apa alasan dia mengaitkan fengsui dengan ikan lohan. Tetapi aku akui, aku sempat terperangkap oleh bujukannya untuk memelihara ikan lohan. Bukan hanya aku, Helmon / Mami pun pernah terkena perangkap juga, hehehe...

Kiki / Ambon

Gayanya yang flamboyan dan merasa mirip ariel peterpan, membuat kami sering mendadak masuk angin saat melihat gayanya sedang tebar pesona baik dengan kaum adam maupun kaum hawa. Kiki ini adalah seorang vocalist walau tak jelas dia sebetulnya bergabung dengan band mana.

Aku pernah berada dalam band yang sama dengannya walau pada akhirnya bubar jalan. Kiki mempunyai bakat menciptakan lagu. Lagu – lagunya sungguh indah, aku mengakui itu. Hanya saja nasib dia tidak seindah lagu ciptaannya. Maka itu, lagu – lagunya hanya populer seputar APH – 13 saja.

Kiki ini walau flamboyan dan jaim, tetapi sebenernya dia itu sangat gokil. Pernah pada suatu ketika saat Mamang ultah, dia menghadiahkan seperangkat alat sholat. Pernah juga dia sengaja menghias poster belajar perkalian dan penjumlahan yang seharusnya di baca anak SD. Dia menghiasnya dengan memberikan figura dan kaca. Hadiah ini juga diberikan untuk Mamang yang memang tidak apal perkalian. ” La wong 8 X 5 aja dia pake kalkulator koh...hehehe...peace..”. Mengapa dia di juluki ambon? Itu karena dia sangat fasih berbahasa ambon. Padahal dia aslinya orang cepu, hehehehe...

Aldy / Adit Baba / Mr Brunno

Adit baba si manusia bulu. Maka itu dia dipanggil Mr Brunno. Nah untuk julukan ”baba”, aku sendiri yang mengarang julukan itu sampai lupa mengapa aku beri julukan itu untuknya. Tetapi, sampai sekarang teman – teman pun memanggilnya adit baba.

Adit ini adalah seorang Gamer kelas akut. Dia bisa menghabiskan waktunya di Game centre berhari – hari. Maka itu kuliahnya jadi terbenggalai. Selain dia dikaruniai bulu yang over dosis, dia juga memiliki tahi lalat jumbo di bagian bawah mulut sebelah kiri atau di dagu sebelah kiri. Karena tahi lalat itu, dia terlihat seperti artis gaek yaitu Rano Karno, hehehe... 


Apabila brewoknya di biarkan lebat, maka dia mirip sekali dengan artis gaek holywood yaitu cuk norris. Aku sering membayangkan bila pangeran kodok dan adit membuat grup duo. Pasti mereka menamakan grup itu ”Duo Brewok” seperti halnya pada masa lalu pernah ada grup ”Duo Kribo”.

Abduh / Onta tua (kloningan Jerapah dan onta)

Nah yang satu ini berasal dari negri 1001 malam. Sama seperti Aleh, dia juga berdarah Arabian. Tetapi berbeda dengan Aleh yang hanya tampang doang Arab, tetapi badan, gaya bicara tetap saja haurgeulis indramayu.

Kalo Abduh bin laden ini pyuuurrr bergaya layaknya alibaba yang cerewet dengan gaya bicara seperti Wan Abud. Rambutnya yang kribo, wajahnya yang pas - pasan dan badannya yang kurus tinggi membuat dia di juluki onta tua.

Kalo sudah berbicara, wiiihhhhh kita serasa di timur tengah.

”Hai sohiibb...Ferkenalkan ane.. Ane bernama Abduh Alkirdun... Ane ini zamaah sama seferti Aleh... Ane ngga punya fulus... Di Jogja ini, ane fingin mencari khareem – khareem yang sexy.. Ente mau ikut ane?”

Gofar / Alay / Gigolo

Pemuda harapan bangsa ini adalah salah satu korban mode. Apapun kondisinya, yang penting gaya. Makan nomor tiga, nomor satu adalah gaya, nomor dua adalah asesoris. Kemanapun dia pergi pasti dia tak lupa dandan dan so pasti gaya. Sampe – sampe mau ke WC aja harus dandan, hehehehe..

Dia selalu bergaya bak dong juan. Cita – citanya sangat mulia yaitu penyanyi lagu wajib saat acara televisi bubar, hehehe.. Becanda far...Peace... Cita – citanya yang benar adalah dia ingin sekali menjadi vocalist terkenal sama seperti kiki.

Apabila sudah melihatku memegang gitar, maka dia langsung pasang ancang – ancang di depanku. Dia langsung mengambil sisir Aleh dan segera bernyanyi penuh semangat sampai naik ke kursi tempat kita nongkrong.

Aku terkadang sangat iba padanya. Karena pada saat itu, teman – teman mengaggapnya mereka sedang menikmati tontonan topeng monyet, hahahaha...peace... Terkadang saking semangatnya dia sampai membuka bajunya dan menggerakan bahasa tubuh bak seorang vocalist di atas panggung. Pokoknya semangatnya sangat mantabzzz... Lanjutkan......!!!

Edi  / Ucup

Anak juragan warteg dari Tegal ini adalah pemuda yang aneh dan unik. Mungkin dia ini berasal dari planet lain. Itulah yang bisa aku deskripsikan. Bisa dibilang dia adalah manusia autis karena dia bersikap sangat independent tanpa terpengaruh oleh sekelilingnya. Selain itu dia sangat idealis.

Terkadang dia mempunyai pola pikir yang sangat mengejutkan dan aneh. Pernah dia bertanya padaku ”No, buat apa ya kita berlapar – lapar puasa?”. Nah langsung saja aku mengambil gitar dan menyanyikan lagu sam bimbo di depannya.

Dia memang mempunyai hoby bertanya. Apapun pasti akan ditanyakan. Kalo dia tidak puas dengan jawabannya, maka dia akan mengajak debat. Maka itu, kalo sudah keluar pertanyaan dari mulutnya, Mamang selalu mengambil tong sampah dan diletakkan di sebelah Ucup. ”Nih nanya aja ma tong sampah” sahut Mamang...

Aku kurang begitu mengerti sejarahnya mengapa dia dipanggil ”ucup”. Pokoknya satu kata untuk pemuda ini, yaitu ”ANEH’.

Namun di balik keanehan – keanehannya itu, dia sebenarnya orang yang sangat baik dan terkadang care juga. Kalo urunan beli gorengan, dia pasti paling banyak keluarin duit, hehehe...

Dedek / Bundo

Pemuda batak, gahar, besar dengan citra rasa anak – anak. Gayanya yang sangat bersahaja membuat dia sosok yang sangat hangat dan bersahabat serta jinak. Dia mempunyai hoby tidur. Kalo sudah tidur, apapun tidak akan menggoyahkan mimpinya.

Dia termasuk mahasiswa yang rajin. Setiap topik pembicaraanya tak jauh dari pelajaran kampus, tugas kampus, masa depan, petuah – petuah bijak dan pengetahuan tentang dunia kerja.

Sebenarnya tak ada kejadian yang mengakibatkan dia di beri julukan ”bundo”. Mungkin karena dia sangat ketergantungan dengan masakan padang, maka itu teman – teman menjuluki dia ” Bundo”. Setahuku, dia adalah pelanggan setia rumah makan padang ”Bundo kanduang”.

Dedek juga pernah berada satu band dengan ku dan kiki.. Seperti yang aku katakan tadi, bandnya bubar jalan. Dedek juga memiliki hobi bermain gitar, namun dia sangat jarang mengiringi kami bernyanyi karena sifatnya yang sangat pemalu, sering rendah hati tetapi tinggi mutu (Muka Tua).

Helmon / Mami

Nah – nah yang satu ini adalah makhluk yang paling memiliki face mendingan diantara kami – kami. Tak heran dia aktif di dunia modeling Jogja. Tunggangannya berupa roda empat yang semakin mendukung dia benar – benar idola wanita.

Tapi sayang, di balik kesempurnaan jati dirinya itu, dia ternyata belum sekalipun merasakan pacaran. Maka itu terkadang kami curiga kalo dia itu adalah Homo. Tapi nggak kok... dia Jomblo karena dia mempunyai kriteria cewek pendamping yang sangat tinggi.

Mami ini adalah teman baikku semasa aku mengontrak. Aku dan dia berada dalam satu atap kontrakan. Sifatnya yang begitu keibuan maka kami menjulukinya ”Mami”. Terkadang dia selalu perhatian terhadap kami. Gaya ngomongnya mirip emak – emak cerwet.

Aku sangat senang kalo jalan – jalan bareng dia. Karena aku tidak susah – susah mengendarai motor yang tentunya merasakan terik dan hujan. Bersama mami, aku tinggal duduk ayem di dalam mobilnya yang sejuk, full music dan merasakan cewek – cewek sekitar begitu memperhatikan keberadaan kami. Lain halnya kalo aku jalan dengan makhluk – makhluk lain penghuni APH – 13, yang ada kami di cap kutukupret dan kupretkutu, hehehee...Peace...

Begitulah gambaran sekilas tentang sosok makhluk – makhluk goib penghuni APH – 13 yang bisa kita lihat dengan mata telanjang. Sebenernya masih banyak pengunjung – pengunjung aneh APH – 13. Tetapi aku tidak bisa menceritakannya satu – persatu karena jari jemariku bisa terkena kram dan farises.

Sebenarnya aku ingin sekali menempel poster

”selamat datang di kebun binatang APH – 13”

Dan memberi keterangan dibawahnya,

”kami menyediakan 9 kandang hewan – hewan langka”

Di tempel gerbang masuk kosan ini.  Tapi karena aku ikut tinggal di dalamnya, maka aku mengurungkan niat itu. Sama saja merusak image sendiri kalo aku menempel poster itu, hehehehe...

Kadang terfikirkan olehku bahwa APH adalah singkatan dari Asli Penghuni Hutan.

 ”Lah maap...aku nggak tau singkatan aslinya koh...hahahaha...peace...”
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar