Cerita flashback saat SMU. Dimana saat itu aku lagi keranjungan dengan aliran musik PUNK. Hampir semua grup Punk ternama aku gandrungi, seperti mbahnya PUNK dunia THE SEX PISTOL, Exploited, Rancid, Total Chaoz, sampe Greenday aku jabanin. Rambut tak lupa di mohawk.
Nah masalah rambut mohawk begini nih... Mohawk yang kami maksudkan tidak se extreme model saat ini karena saat itu kami masih SMU dan ada peraturan yang mengatur masalah rambut. Gambarannya seperti ini, Rambutku yang panjanganya ga sampe melebihi alis, ikal tapi kece, aku biarkan bagian atasnya. Nah bagian samping kiri kanan aku tipisin. Kalo berangkat sekolah, rambut bagian atas menutupi bagian samping kiri atau kanan yang ditipisin atau aku sisir ke belakang bagian atasnya dan tak lupa aku pakein gel biar klimis.
Nah aku dan teman - teman SMU juga buat grup band punk yang bernama Big Bubble. Band itu memacu idealisme kami yang mengaku - ngaku sebagai PUNKERS sejati yang bersemboyankan anti kemapanan, slowly and Fightly. Kalo di dangdut ada goyang gergaji, goyang ngebor dan lain - lain, di PUNK ada goyang fogo brutality. Gerakannya sepintas seperti tarian SKA tetapi brutal. Apapun yang di depan, samping kanan atau kiri, sikat habisss.
Selain festival, parade - parade, ajang yang bisa mengeksplorkan bakat kami selain itu adalah pensi tutup tahun sekolah. Saat itu aku dan teman - temanku sangat bingung karena di acara pensi tersebut kami tidak boleh membawakan musik aliran kami dan untuk dapat mengisi acara. Setiap band wajib mengiikuti audisi. yang dinilai langsung oleh guru kesenian sekolah kami. Saat itu aku dan teman - temanku kecewa. Akhirnya kami pun mendiskusikan masalah ini bersama.
Akhirnya kami berhasil mengalahkan idealisme kami. Kami pun akhirnya membawakan lagu rock n roll. Saat itu musik ini dianggap musik usang dan hanya menghibur telinga di kallangan orang tua. Saat itu kami membawakan lagunya titik puspa "Marilah kemari".
Audisi pun berjalan lancar. Hasilnya, band kami adalah satu - satunya band kelas 2 yang lolos audisi dan berhak mengisi acara inti. Nama band kami pun di sebut oleh MC acara pensi tersebut berikut para personilnya. Perasaan kami saat itu sungguh bangga dan serasa bintang tamu. Apalagi karena band kami mengisi acara, kami pun di perbolehkan memakai baju bebas dan di beri ruangan di back stage.
Saat di atas panggung akupun merasa sangat nyaman dan lepas. Begitu juga teman - temanku yang lain. Antusiasme penonton serta guru - guru begitu responsif terhadap kami yang saat itu satu - satunya band yang membawakan lagu lain daripada yang lain.
Itulah awal mula aku melepaskan atribut idealismeku. Setelah itu, aku mulai sadar bahwa musik adalah hiburan semua insan. Musik adalah bahasa universal dan bahasa persatuan. Melalui rock n roll aku mulai membuka pradigma ku mengenai musik. Semua aliran aku coba sehingga jadilah musikku seperti saat ini. Mungkin anda - anda belum mendengarkannya. Kapan - kapan ya hehehehe.... Musik adalah pendewasaan jiwa dan fikiran...KEEP ROCKIN GUYSSSSS.........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar