Sabtu, 22 Mei 2010

Coba saja dulu tidak usah ragu (filosovi dalam menilai seseorang)




Apabila kita berada di sebuah pesta yang menyguhkan begitu banyak hidangan yang lezat - lezat. Pastinya dalam kondisi itu kita akan bingung untuk memilih makanan apa yang akan kita makan. Tidak mungkin kita memakan semua hidangan yang kita lihat karena kita mempunyai kodrati rasa kenyang. Dalam proses pemilihan makanan itu tentunya kita harus benar - benar memainkan kata hati. Terkadang kita memilih karena kita sudah pernah coba sebelumnya, terkadang kita memilih karena itu adalah makanan yang kita inginkan selama ini, terkadang kita memilih karena referensi dari seorang teman.

Saat ini anda berada dalam posisi dimana anda menginginkan sebuah makanan yang anda tidak pernah coba sebelumnya namun anda ingin sekali memakannya. Tentu anda akan bertanya - tanya apakah makanan itu enak atau tidak enak. Mungkin langkah awal anda akan mendekatinya walau hanya mencium aromanya dan melihat bentuknya. Gampangannya, anda bercengkrama sejenak untuk menilai makanan itu secara visual.

Disisi lain anda melihat makanan - makanan lain yang pernah anda coba dan terbukti kelezatannya. Perasaan itu dikalahkan oleh jiwa penasaran anda terhadap makanan baru ini yang belum pernah anda makan. Mungkin dari segi aroma dan penampilan makanan ini sangat menggoda anda. Namun bila dari segi penampilan dan aroma sudah tidak menggugah selera anda, bisa saja anda mengabaikannya.

Seperti kondisi semula, anda sangat tertarik dengan makanan itu dari segala sisi namun anda ragu untuk memilihnya. Disaat yang bersamaan munculah seseorang yang mengaku - ngaku sudah pernah mencoba makanan tersebut. 
"Ah makanan ini ngga enak.., enek rasanya...., banyak lemaknya..., hueeekkkkk..."
Berbagai istilah dia katakan untuk mengungkapkan tentang makanan itu..
Anda terperangah dan diam sejenak....
Dalam kondisi itu anda dilema akut...
Anda bisa saja terpengaruh oleh orang - orang tersebut tanpa anda sadari bisa saja orang itu hanya mengarang belaka, sok tau, atau dia termasuk orang - orang yang hanya melihat sisi luar. Bila memang demikian, anda bisa saja langsung tanpa basa - basi meninggalkan makanan itu.

Setiap makanan pesta tentunya dibuat oleh koki. Koki inilah yang menciptakan makanan ini dari segi bentuk dan rasa. Tentunya semua koki mengharapkan makanan buatannya bisa diterima di lidah semua orang. Entah bagaimana perasaan koki tersebut apabila mendengar orang mengatakan makananya tidak enak dan bla bla bla....
Kembali lagi ke topik...
Setiap manusia tentunya mempunya bakat bijaksana walau hanya sedikit. 
Kalau memang rasa ragu itu memang sudah benar - benar buntu, alangkah baiknya anda menanyakan langsung kepada koki yang membuatnya. Anda akan mengetahui lengkap dengan bahan - bahannya.. Anda akan puas dan mungkin anda akan mencobanya..

Beuuuhhhhh tapi sangat ribet kalo harus menemui kokinya tersebut...
Anda bisa memanfaatkan fikiran dan perasaan anda...
Berfikirlah untuk tidak mendeskripsikan sesuatu hanya karena penilaian orang lain...
Apabila anda sudah terlanjur mendeskripsikannya dan menularkan ke diri anda bahwa makanan itu tidak enak tanpa anda pernah mencobanya, maka sangat disayangkan...
Suatu saat anda akan menyesal karena melihat tayangan kuliner di televisi yang membahas makanan tadi yang mendeskripsikan secara visual bahwa makanan itu lezat.
Suatu saat anda akan mendengar dari seseorang yang menceritakan tentang kelezatan makanan tersebut.

Hendaklah anda selalu menilai dari sesuatu dari fikiran dan diri anda sendiri karena dengan demikian penyesalan takan pernah ada. Bagaimana bisa anda menilai kalau tidak anda merasakannya sendiri. Bagaimana anda tau kalo makanan itu tidak enak kalau anda belum pernah mencobanya. Selamanya anda akan menjadi oarang yang membohongi diri sendiri.

Walau sedikit, hendaklah kita merasakan dulu dari diri kita sendiri sesuatu yang baru itu. Dengan demikian kita akan tau bagaimana dan apa rasanya. Jangan pernah kita menilai hanya karena statement orang yang masih belum jelas kebenarannya. Atau lebih baik bertanyalah pada seseorang yang lebih mengenal atau lebih tau. Apabila dengan anda rasakan memang tidak enak, maka tinggalkanlah, netralzir lidah anda. Selamanya anda akan tidak menyesal karena anda pernah merasakannya...

Kita bisa tau gula itu manis karena kita pernah merasakannya
Kita tau garam itu asin karena kita juga pernah merasakannya

Pahit, manis, asin, asam, hambar adalah deskripsi rasa yang anda dapat karena pernah mencoba tanpa ada orang yang pernah mempengaruhi...

Seperti halnya warna - warna yang anda lihat selama ini......
Semua warna anda mengetahui apa tampilannya karena anda bisa melihat.......

Dengan filosovi sederhana yang saya buat ini, saya harap anda - anda sekalian dapat mengambil maknanya. Terserah makna apa yang anda dapat ambil. Kalu tidak ada ya tidak mengapa. Semua karena saya kurang mengusai bahasa filosov.....

Teimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar