Aku menatap mereka dengan penuh kekaguman. Adalah sesosok lelaki muda tampan dan pasangannya yang cantik rupawan. Mereka sungguh ideal. Mereka ternyata tinggal di apartemen sebelah yang jendelanya bisa kutatap setiap saat. Setiap pagi aku melihatnya begitu mesra dan abadinya mereka.
Malam itu memecah semua anggapanku selama ini. Dibalik jendela itu mereka berdebat , hebat dan kuat. Aku terus memandangi jendela itu. Lampu yang sebentar - bentar menyala dan mati. Suara yang sebentar - bentar keras dan lirih. Pemandangan ini ternyata hampir setiap malam ku saksikan. Entah apa yang terjadi di balik jendela itu.
Sampai Pada suatu sore tanpa disengaja aku berbicara untuk pertama kali dengan salah satu darinya. Kutawarkan rokok dan dia pun menerimanya. Setelah itu aku membantu membakarnya. Itu adalah pembicaaraan pertama aku dengannya. Banyak cerita yang dia utarakan. Sungguh pelik ternyata. Tak sadar dia menghisap rokok terlalu cepat. Dia berpamitan pulang dan nampak tergesa - gesa.
Tak sadar itulah perjumpaan terakhir dengannya. Keesokan harinya tak lagi ku lihat jendela itu terang. Hanya kesunyian disana. Ternyata mereka telah pergi entah kemana. Dia meninggalkan cerita pelik kehidupan yang tak pernah aku sangka sebelumnya. Aku menutup jendelaku kembali. Dan jendela itu sampai sekarang tak pernah lagi aku membukanya. Aku berharap ada kebahagiaan di seberang sana kelak. Sehingga aku bisa menatapnya dengan senyum dan menjadikannya sebuah harapan yang dapat aku selipkan dalam doa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar