Sabtu, 15 Mei 2010
MEMBIASAKAN SEMUANYA SENDIRI
Hari - hari aku lewati hanya sendiri...
Kebiasaan ini adalah suatu hal yang baru bagiku.......
Mungkin semua butuh penyesuaian.
Semua hal yang tak biasa harus menjadi biasa.
Aku mulai harus membiasakan diri menyiapkan baju kerjaku sendiri,
mengambil bajuku di tempat setrikaan,
menyemir sepatuku dan juga mencuci piring.
Selain itu kebiasaan lama ku merapikan kamar tidurpun harus ku biasakan lagi.
Dua bulan lalu aku sempat pulang kampung.
Aku menemui ruangan kamarku yang sepi.
Tidak seperti enam bulan lalu.
Setiap aku menginjakan kaki di kota ini pasti mereka selalu menantiku dengan cinta
dan ruangan ini selalu ramai oleh canda tawa kami.
Aku terduduk di kasurku.
Tak sanggup rasanya aku merebahkan badanku.
Semua terasa hampa.
Aku memandangi sekelilingku.
Boneka - boneka lucu seakan menanyakan kepadaku mengapa mereka pergi.
Aku tidak bisa menjawabnya karena aku memang tidak tau.
Aku melepas bajuku seakan dia sudah menantiku di ranjang.
Tetapi tidak... Aku menyadari bahwa dia tidak ada lagi.
Aku memasuki ruangan kamar mandi dimana catnya di dominasi warna pink sesuai harapan dia
Lagi - lagi hal ini mengajakku bergumam sejenak,.
"sayangnya dia tidak ada"
Kamar mandi ini adalah impiannya.
Kamar mandi yang ada bathup dan showernya.
Semua itu terwujud saat dia tidak ada.
Sambil menunggu bathupku terisi air, aku duduk di closet sambil merenung.
"Inilah untuk pertama kalinya aku menginjakan kaki di kota ini tanpa mereka".
Inilah saatnya aku kembali ke jakarta untuk mengadu nasibku.
Saat itu aku sempat kaget karena aku harus memasukan bajuku ke koper sendiri.
Aku hampir lupa dengan hal yang sekarang harus ku lakukan sendiri...
Ahhhh lagi - lagi aku harus mencari celanaku di keranjang setrikaan.
Tabu rasanya aku melakukannya.
Selain itu ibuku menanyakan apakah aku mau makan dulu..
Sejenak urat wajahku tegang dan memberikan efek getaran di bagian mulutku..
Ohhhhh tidak....
Aku menangis....... Tidak...tidakkkk..Jangan....
Aku segera menyelamatkan kredibilitasanku di ruangan kamarku.
Walau aku seorang pria, aku adalah manusia biasa yang punya air mata...............
Pertanyaan itu selalu aku dengar dari mulutnya saat aku akan pergi...
Entah siapa lagi yang harus ku cium selain ibuku....
Aku biasanya takan pernah lupa bercengkrama sejenak dengan mereka sebelum aku pergi
Jumat yang akan datang tak ada lagi kebiasaanku untuk mengejar kereta,
tak ada lagi sesuatu yang harus aku cari
dan tak ada lagi yang menantiku
Saat ini disini aku sendiri...
Tidak banyak yang bisa mengobati....
Semua kebiasaanku yang lalu tidak banyak membantu menemaniku
karena selalu kebuntuan yang ada.
Saat ini hati ini sepi
Tidak ada siapa - siapa disini
Kecuali buah cintaku yang sangat aku cintai...
Entah kapan aku bisa bangkit dari ini semua
Entah kapan aku bisa merasakan kebahagiaan lagi...
Semua sudah sangat kompleks.......
Semua pihak sudah tersakiti.....
Entah apa dosa yang ku perbuat sehingga aku merasakan ini....
Aku harus bisa membiasakan semua sendiri
Aku harus menyudahi kesedihan ini.
Inilah kenyataan yang harus aku jalani dengan segenap daya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar