Selasa, 25 Mei 2010
Rumah Cinta
Akhirnya dengan perjuangan panjang aku dapat membeli rumah
Inilah rumah pertamaku
Aku beli dari hasil jeri payahku
Yahhh walau ada beberapa digit yang masih harus di subsidi
Tak apalah
Aku cukup bangga dengan usahaku
Rumah ini bukanlah rumah baru
Rumah yang begitu tidak begitu luas tetapi nyaman untuk ditinggali
Halaman yang hijau dengan dikelilingi pohon yang hijau
Dari setiap sudut aku merasakan aura cinta, aura keharmonisan sebuah keluarga kecil
Aku berjalan menuju jendela depan
Kubuka jendelanya
Sinar mentari langsung menyinari wajahku
Aku menghela nafas dalam - dalam
Aku dapat merasakan aura canda tawa dan keakraban disana
Hampir semua sudut aku merasakan aura kesejukan dan kehangatan cinta
Aku berjalan menuju kamarku
Ruangan yang tidak begitu lebar
Tetapi jendelanya sangat strategis untuk menyambut sinar pagi
Aku merenung sejenak
Aku mendapati begitu banyak aura cinta dan kasih sayang
Namun tak berbeda jauh dengan aura kesedihan dan kesendirian
Aku yakin begitu banyak kisah dirumah ini
Begitu banyak nostalgia yang ada disini
Aku harus merasakannya setiap waktu
Mungkin kelak akan tercipta nuansaku disini
Sekali lagi Ini bukan rumah baru
Tetapi serasa baru dengan segala nuansa yang pernah tercipta disini
Aku mencoba membiasakan dengan segala situasi disini
Aku mencoba berteduh dari segala aktifitas alam disini
Dan aku juga mencoba berharap sesuatu disini untuk memulai hidup baruku
Aku tidak peduli dengan apa yang ada
Bagi ku semua ini baru
Nuansaku adalah nuansaku sendiri
Nuansa kalian adalah sepenggal kenangan belaka
Rumah cinta ini akan ku isi dengan cinta dan kasih sayang
Dimana siapapun dapat berkunjung kesini
Dia, mereka, dan siapapun boleh mengetuk pintuku
Aku tidak tau siapa tamu pertama yang akan datang
Aku tersenyum sejenak memandangi posisi kasur dan sofa di kamarku
Mungkin aku banyak berkhayal tentang keintiman semata
Keintiman yang tidak hanya terukur dari pergumulan belaka
Tetapi keintiman dimana dari hati kehati yang akan menumbuhkan rasa cinta yang kuat
Rumah cinta yang kusebut sebagai istanaku
Dimana akulah sebagai rajanya
Dimana akulah yang ada disana dengan siapapun adanya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar