Selasa, 13 April 2010

Jadilah Lebih Baik Dari Matahari


Sudah dua hari ini aku kehilangan semangat bekerja. Hanya jam dinding yang kebetulan  tepat di ataskul yang selalu ku tatap. Sesekali aku hanya meluangkan waktu berlama - lama di wc untuk menuruti panggilan alam, sembari menghisap rokok yang selalu ku bawa. Terkadang rokok belum habis, aku sudah membuangnya. Aku lebih senang sambil memejamkan mata dan bersender di dining sebelah kiri. Hmmmm nikmatnya kala itu.. Bolak - balik aku menggeser - geser mouse ku dan beberapa kali aku minimize halaman kerjaku. Aku mencoba menyegarkan suasana dengan membuka situs - situs menarik. Tetapi tetap saja tidak bisa menghilangkan rasa suntuk ini.


Rasa suntuk ini berbuntut panjang... Entah apa hubungannya, badanku mulai terasa tidak enak tidak seperti biasanya dan kepalaku mulai migren. Aku jadi teringat cerita - cerita teman - temanku tentang tanda - tanda kematian. Haaaahhh!!! kurasa itu terlalu berlebihan.. Aku hanya berfikir bahwa badanku ini lelah dan butuh penyegaran. Aku sangat kehilangan temanku yang saat ini ditugaskan ke boyolali. Biasanya saat - saat seperti ini dia selalu datang menghiburku.. Selalu ada saja acara yang kita buat. Aku juga rindu salah satu teman lamaku yang selalu setia mengabariku dan mendengar cerita - ceritaku. Akhir - akhir ini dia kecewa terhadapku karena aku berubah menjadi autis dan pasif. Maaf kawan, aku sedang berjuang melawan ini semua. Kalian berdua adalah serdadu hati yang terbaik yang pernah aku punya...



Aku masih terlalu muda untuk menghadapi  masalah ini. Seharusnya beban pikiranku tidak separah ini. Keadaanlah yang memaksaku untuk merasakan ini semua. Beberapa waktu ini aku sering merenung dan menutup diri. Kebiasaan lamaku mulai datang kembali. Tulisan demi tulisan aku kerjakan tanpa aku tahu maksud dan tujuan. Apasih arti dari ini semua, apa sih yang aku tuju? Apa aku bermimpi jadi seorang penulis novel atau cerpen terkenal yang karya nya akan dijadikan sebuah film layar lebar?Apa aku sedang berusaha memikat hati dari seorang gadis?? Semua itu salah besar.. Mungkin keputus asaan lah yang menggiringku kembali ke kebiasaan lama ku ini.



Hidup di Jakarta ini sangat berbeda dengan kala aku hidup di daerah. Aku tinggal di sebuah rumah kos yang notabene semuanya adalah seorang pekerja. Kami hidup sangat individualistis. Pulang kerja, masuk kamar, beli makan, dan ya kekamar lagi. Tanpa ada hang out bareng, ketawa - ketiwi bareng, atau hanya berdendang bareng - bareng. Semua itu aku maklumi karena mungkin pola pikir yang sudah berubah dan pastinya lelah pun salah satu faktornya juga. Dengan kondisi demikian membuatku sedikit tertekan. Ditambah 2 sahabat terbaikku sudah jauh semua. Memang sih aku masih punya sahabat yang lain karena aku juga mempunyai aktivitas yang beraneka ragam. Tetapi terbaik dari yang terbaik tentunya menjadi suatu pilihan yang terbaik untuk mengetahui semua yang bersifat privasi.



Saat ini aku sedang berada di kamarku... kamar berukuran lumayan lebar, dengan pendingin ruangan yang lumayan lengkap karena selain ac, aku juga menggunakan kipas angin sebagai penghisap asap rokokku. Terasa sejuk dan nyaman bagiku disini. Aku bisa mengekspresikan apapun disini. Aku bisa mengekspresikan apapun disini. Maka itu saat ini kamar, laptop dan gitarlah sahabat terbaikku.. Hmmm terdengar sangat menyesakkan..Heyyy aku bukan seperti ini!!! Aku bukan orang yang apatis!!! NO no no.....keadaan memang tak selalu sama kawan... Adakalanya kamu juga bisa seperti ini..come on... come on....Ini hanyalah cobaan darinya semata....Sisi baikku selalu menyemangatiku seperti itu.



Cinta...cinta dan cinta....Sangat benci aku mendengarnya saat ini... Aku layaknya seorang hina yang dicintai dan mencintai untuk disakiti...Saat ini semua itu kuanggap hanya penambah beban hati saja. Walau aku tidak memungkiri bahwa sanya suatu saat akupun butuh  dicinta dan mencinta... Semua itu berjalan begitu cepat. Aku hanya selalu merasakan ditinggalkan tanpa pernah aku sesekali merasakan meninggalkan. Aku hanya selalu merasa diabaikan tanpa aku pernah merasakan mengabaikan. Itulah cinta...Saat ini aku benci jatuh cinta...Dan aku sudah menutup hatiku rapat - rapat untuk hal itu. Tetapi aku menaruh kunci hatiku di depan pintu hatiku dan aku menulis di secarik kertas " bukalah kapanpun anda mau.." hahahahaahahaha.....Pada dasarnya aku menutup rapat - rapat pintu hatiku tanpa aku pungkiri suatu saat nanti aku akan membukanya apabila ada yang mengetuknya.



Aku menikmati kesendirianku saat ini... Apapun yang kulakukan hanya sendiri. Semua bukan inginku dan semuanya tidak ku rencanakan. Mungkin ini semua takdir tuhan. Banyak yang bilang aku tidak layak sendirian, aku tidak layak disakiti. Tapi dunia ini adalah misteri hidup yang tidak bisa kita tebak. Hanya tuhan yang tau segalanya.



Keterpurukanku kini sudah dalam titik tertinggi.. Malam ini aku ingin mengadakan suatu perjanjian pada diriku sendiri untuk mengakhiri semua ini. Tetapi Diriku sendiri pun mengajukan beberapa persyaratan...Hmmm apa boleh buat...aku menyanggupinya...Inilah saatnya aku mengupdate diri, inilah waktunya aku meneriakan "KAMU BISA!!!" untuk diriku sendiri.. Waktu terus berjalan, hari selalu berganti mempengaruhi umurku yang selalu bertambah. Aku tak mau menyia - nyiakan masa mudaku ini. Aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti, tetapi setidaknya aku tau apa yang harus kulakukan sekarang. Tutup mata dan tutup telinga untuk semua yang membuatku terluka dan terpuruk, tidurlah lebih cepat dan bangunlah lebih cepat dari terbitnya mentari. Sebelum kau ucapkan selamat pagi pada matahai, hendaklah kamu sapa dulu tuhanmu sembari mintalah sesuatu untuk keselamatanmu di pagi hari.  Setalah itu ucapkanlah selamat pagi pada matahari.. Berbanggalah karena setidaknya kamu dapat membuat dirimu lebih baik dari matahari. Dan ucapkan "selamat datang hidupku yang baru!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar